MAROS.INIMAKASSAR.COM – Suasana semarak, anggun, penuh keberagaman warnai upacara HUT ke-81 RI di lingkup Kantor Kemenag Maros. Seluruh ASN dan pejabat mengenakan beragama pakaian adat dari berbagai daerah di Nusantara, mulai dari busana Bugis Makassar, Toraja, hingga Papua.
Dalam balutan budaya yang kental, pengibaran Sang Saka Merah Putih berlangsung aman, tertib, dan hikmat, Senin (17/8/2026).
Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kabupaten Maros, H. Muhammad Nur Halik, membacakan sambutan Menteri Agama (Menag), Prof. Nasaruddin Umar.
Dalam naskah sambutan tersebut, Menag menyampaikan beberapa capaian dan pesan strategis bagi jajaran Kementerian Agama serta seluruh elemen masyarakat.
Pertama, Indeks Kerukunan Umat Beragama mengalami kenaikan dari 76,47 pada tahun 2024 menjadi 77,89 pada tahun 2025 (pencapaian tertinggi). Sementara Indeks Kesalehan Umat Beragama 2025 mencapai 84,61. Keberagaman dan kerukunan dinilai sebagai modal dasar utama pembangunan bangsa.
Kedua, Kemenag terus mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta untuk membentuk karakter siswa yang toleran, serta program Ekoteologi untuk menjaga pelestarian alam demi mendukung Indonesia Asri. Selain itu, tercatat lebih dari 11,8 juta siswa dan santri menerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis, lebih dari 5,1 juta siswa menerima manfaat Program Indonesia Pintar, serta peningkatan kompetensi guru/dosen melalui pendidikan profesi naik hingga 700 persen.
Ketiga, pengumpulan zakat pada tahun 2025 telah mencapai Rp44,6 triliun dan memberi manfaat bagi lebih dari 149 juta penerima manfaat. Filantropi keagamaan lainnya juga terus tumbuh menjadi kekuatan nyata ekonomi umat.
Keempat, di era Artificial Intelligence (AI) dan post-truth, Menag mengimbau agar kemajuan teknologi tidak menghilangkan hati nurani, etika, dan akhlak. Kemenag berkomitmen memperkuat literasi digital dan literasi keagamaan agar teknologi tidak dimanfaatkan untuk menyebarkan kebencian atau informasi palsu.
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan, peserta upacara menundukkan kepala dan mendoakan saudara-saudara yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT), Sumatera Utara, dan Sulawesi Tengah agar diberikan ketabahan, kesehatan, serta percepatan pemulihan lahir dan batin.
“Mari kita mengisi kemerdekaan dengan hal positif dan mempersiapkan segala sesuatu, termasuk kegiatan-kegiatan dengan perencanaan yang matang. Mari kita wariskan kepada generasi penerus, Indonesia yang lebih maju, lebih rukun, dan lebih bermartabat,” ungkap Kakankemenag Maros Nur Halik.
Rangkaian upacara bendera ditutup dengan doa bersama untuk kemaslahatan bangsa, dilanjutkan penerimaan hadiah “Semarak 17 Agustus” kepada para pemenang lomba yang berlangsung, 11-13 Agustus lalu.






